0
Teknik Yg sering Di Pakai Hacker Untuk Menembus Database
Unknown
Cara cara seoarang hacker menembus ataupun menyusup dan juga merusak suatu website adalah sebagai berikut.Teknik teknik itu antara lain:
1. IP Spoofing
2. FTP Attack
3. Unix Finger Exploits
4. Flooding & Broadcasting
5. Fragmented Packet Attacks
6. E-mail Exploits
7. DNS and BIND Vulnerabilities
8. Password Attacks
9.Proxy Server Attacks
10. Remote Command Processing Attacks
11. Remote File System Attack
12. Selective Program Insertions
13. Port Scanning
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
15. HTTPD Attacks
1. IP Spoofing
IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.
IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.
2. FTP Attack
Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang.
Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki. Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce attack (menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff informasi yang berada dalam sistem.
3. Unix Finger Exploits
Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact.
Utility ini juga menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem. Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.
4. Flooding & Broadcasting
Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah.
Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.
5. Fragmented Packet Attacks
Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.
6. E-mail Exploits
Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).
7. DNS and BIND Vulnerabilities
Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).
8. Password Attacks
Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password.
Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, cracking dan sniffing.
9.Proxy Server Attacks
Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.
10. Remote Command Processing Attacks
Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.
11. Remote File System Attack
Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file.
12. Selective Program Insertions
Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ?) pada system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan membuka backdoor.
13. Port Scanning
Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi. Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
Interception TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force, serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.
15. HTTPD Attacks
Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.
HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker akses ke command prompt.
Read more: http://nikmatnyaberbagiilmu.blogspot.com/2013/03/teknik-yang-sering-di-pakai-hacker.html#ixzz2dB5fTN7O
1. IP Spoofing
2. FTP Attack
3. Unix Finger Exploits
4. Flooding & Broadcasting
5. Fragmented Packet Attacks
6. E-mail Exploits
7. DNS and BIND Vulnerabilities
8. Password Attacks
9.Proxy Server Attacks
10. Remote Command Processing Attacks
11. Remote File System Attack
12. Selective Program Insertions
13. Port Scanning
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
15. HTTPD Attacks
1. IP Spoofing
IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.
IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.
2. FTP Attack
Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang.
Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki. Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce attack (menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff informasi yang berada dalam sistem.
3. Unix Finger Exploits
Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact.
Utility ini juga menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem. Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.
4. Flooding & Broadcasting
Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah.
Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.
5. Fragmented Packet Attacks
Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.
6. E-mail Exploits
Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).
7. DNS and BIND Vulnerabilities
Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).
8. Password Attacks
Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password.
Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, cracking dan sniffing.
9.Proxy Server Attacks
Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.
10. Remote Command Processing Attacks
Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.
11. Remote File System Attack
Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file.
12. Selective Program Insertions
Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ?) pada system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan membuka backdoor.
13. Port Scanning
Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi. Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
Interception TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force, serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.
15. HTTPD Attacks
Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.
HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker akses ke command prompt.
Read more: http://nikmatnyaberbagiilmu.blogspot.com/2013/03/teknik-yang-sering-di-pakai-hacker.html#ixzz2dB5fTN7O
0
Read more: http://nikmatnyaberbagiilmu.blogspot.com/2013/03/cara-mudah-hack-akun-facebook-orang.html#ixzz2dB56Hxqi
Cara Mudah Hack Facebook Orang Lain 100& Berhasil
Unknown
Cara Ini Tidak Boleh di buat untuk kejelekan
Cara Ngehack facebook atau hack password facebook orang lain menjadi pengetahuan yang banyak dinginkan banyak orang terutama pengguna facebook, kenapa ? saya juga gak tahu kenapa orang kok ingin tahu cara ngehack password facebook orang lain (hacking facebook) padahal cara ini termasuk cara pencurian akun facebook atau password facebook orang lain , kalau saya pribadi penasaran ingin tahu cara hack facebook karena sekedar ingin tahu saja walaupun mungkin ujung-ujungnya diterapkan juga buat ngehack facebook orang lain terutama mereka yang hack facebook kita lebih dahulu.
Karena itu kalau anda ingin tahu bagaimana cara hack pasword facebook orang lain pastikan tidak digunakan untuk keburukan atau yang bisa merugikan orang lain, jika sekedar ingin tahu tidak jadi masalah keculi kita didahului mungkin tidak ada salahnya meberikan shockterappy dengan cara hack balik Ada beberapa cara hack password facebook orang lain, biasanya jika facebook kena hack pemilik akun facebook tidak bisa login karena password atau email facebook selalu tidak cook setelah dihack
Menurut saya ngehack facebook milik orang tidak ada gunanya sama sekali, paling kita hanya ngintip foto pemilik akun facebook, alamat email dan data-data lainnya yang kurang bermanfaat buat kita, kalau sekedar iseng ngerjain teman atau pacar mungkin gak apa-apa asal jangan keterlaluan saja. Oke buat anda yang penasaran bagaimana cara ngehack facebook orang lain setelah beberapa waktu lain saya juga pernah menulis cara hack facebook orang lain dengan keylogger, sekarang bagaimana cara hack facebook orang lain dengan cara yang lain :
1. Siahkan Buka situs ini untuk langsung hack : HACKER SERVER FACEBOOK
atau Download Facebook Frezer berikut ini : Download dengan password: yurieke.
atau bisa juga Download FACEBOOK Account Hacker Versi 2,4 dan Versi 2012 :
atau Download Facebook Frezer berikut ini : Download dengan password: yurieke.
atau bisa juga Download FACEBOOK Account Hacker Versi 2,4 dan Versi 2012 :
Facebook Hacker Link 1 = Download
Facebook Hacker Link 2 = Download
Facebook Hacker Link 3 = Download
Facebook Hacker Link 4= Download
Facebook Hacker Link 5= Download
Facebook Hacker Link 6= Download
Facebook Hacker Link 7= Download
Facebook Hacker Link 8= Download
Facebook Hacker Link 9= Download
Facebook Hacker Link 10= Download
2. Jalankan Program untuk menghalangi pemilik akun facebook password login
3. Jika Programnya sudah mati , pemilik facebook sudah bisa masuk ke akun nya
Cara ini merupakan cara paling mudah hacking facebook orang lain atau kalau anda ingin tahu cara hack password facebook dengan keylogger bisa anda lihat pada postingan yang lalu, pertanyaan nya apa gunanya kita hack facebook orang lain kalau kita sendiri tidak suka jika dihack
Pencurian password, pengambilalihan account, merupakan hal yang sering terjadi di dunia cyber. Bukan hal yang sulit untuk melakukannya, namun banyak para newbie yang terus saja bertanya-tanya. . “Bagaimana cara mendapatkan password email orang lain?” atau pertanyaan yang paling sering saya terima ialah.. “Bagaimana cara anda mendapatkan password saya?”
Untuk pertanyaan-pertanyaan itulah artikel ini ditulis, semoga bisa menambah wawasan anda dan membuka pikiran anda tentang betapa pentingnya menjaga account saat berada di tempat-tempat rawan.
Bagaimana Mendapatkannya? …
Ada banyak cara untuk mendapatkan suatu password. Beberapa diantaranya tidak membutuhkan keahlian khusus. Berikut adalah cara-cara yang paling umum dan paling sering digunakan : …..
[1]. Social Engineering
[2]. KeyLogger
[3]. Web Spoofing
[4]. Menghadang Email
[5]. Password Cracking
[6]. Session Hijacking
[7]. Menjadi Proxy Server
[8]. Memanfaatkan Kelalaian User Dalam Penggunaan FiturBrowser
[9]. Googling
[1]. Social Engineering
Social Engineering adalah nama suatu tehnik pengumpulan informasi dengan memanfaatkan celah psikologi korban. Atau mungkin boleh juga dikatakan sebagai “penipuan” Sosial Engineering membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian agar sang korban tidak curiga. Kita dituntut untuk kreatif dan mampu berpikiran seperti sang korban.
Social Engineering merupakan seni “memaksa” orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai dengan harapan atau keinginan anda. Tentu saja “pemaksaan” yang dilakukan tidak secara terang-terangan atau diluar tingkah laku normal yang biasa dilakukan sang korban. Manusia cenderung untuk percaya atau mudah terpengaruh terhadap orang yang memiliki nama besar, pernah (atau sedang berusaha) memberikan pertolongan, dan memiliki kata-kata atau penampilan yang meyakinkan. Hal ini sering dimanfaatkan pelaku social engineering untuk menjerat korbannya. Seringkali sang pelaku membuat suatu kondisi agar kita memiliki semacam ketergantungan kepadanya.Ya, tanpa kita sadari dia mengkondisikan kita dalam suatu masalah dan membuat ( seolah – olah hanya ) dialah yang bisa mengatasi masalah itu. Dengan demikian,tentu kita akan cenderung untuk menuruti apa yang dia instruksikan tanpa merasa curiga.
Sosial Engineering adakalanya menjadi ancaman serius. Memang sepertinya tidak ada kaitan dengan teknologi, namun sosial engineering tetap layak diwaspadai karena bisa berakibat fatal bagi sistem anda. Why?? Karena bagaimanapun juga suatu komputer tetap saja tidak bisa lepas dari manusia. Ya, tidak ada satu sistem komputerpun di muka bumi ini yang bisa lepas dari campur tangan manusia. sehebat apapun pertahanan anda, jika anda sudah dikuasai oleh attacker melalui social engineering, maka bisa jadi anda sendirilah yang membukakan jalan masuk bagi sang attacker.
[2]. KeyLogger
KeyLogger adalah software yang dapat merekam aktivitas user. Hasil rekaman itu biasa disimpan berupa teks atau gambar. KeyLogger bekerja berdasarkan ketukan keyboard user. Aplikasi ini mampu mengenali form-form sensitif seperti form password misalnya.
Ada cara aman untuk menghindari keyloger:
1. Gunakan password dengan karakter special seperti !@#$%^&*(){}[]. Kebanyakan keyloger akan mengabaikan karakter ini sehingga sang pelaku (pemasang keyloger) tidak akan mendapatkan password anda yang sebenarnya.
2. Persiapkan password dari rumah, simpan dalam bentuk teks. Saat ingin memasukkan password, tingal copy-paste ajah. Keyloger akan membaca password anda berdasarkan ketukan keyboard. Namun cara ini agak beresiko. Mengapa? karena saat anda melakukan copy, data anda akan tersimpan di clipboard. Saat ini banyak dijumpai software-software gratis yang bisa menampilkan data dalam clipboard.
[3]. Web Spoofing
Masih ingat kasus pecurian Account sejumlah nasabah Bank BCA? Ya, itulah salah satu contoh nyata dari Web spoofing. Inti dari tehnik ini ialah dengan memanfaatkan kesalahan user saat mengetikkan alamat situs pada address bar. Pada dasarnya, Web Spoofing adalah usaha untuk menipu korban agar mengira dia sedang mengakses suatu situs tertentu, padahal bukan.
Pada kasus bank BCA, pelaku membuat situs yang sangat mirip dan identik dengan situs aslinya sehingga sang korban yang terkecoh tidak akan merasa ragu mengisikan informasi sensitif seperti user name dan Passwordnya. Padahal, karena situs tersebut adalah situs tipuan, maka semua informasi berharga tadi terekam oleh webserver palsu, yaitu milik sang pelaku.
[4]. Menghadang Email
Menghadang email? Ya, dan sangat mudah untuk melakukan hal ini. Salah satu cara adalah dengan menggunakan mailsnarf yang terdapat pada utility dsniff. Cara kerja Mailsnarf adalah dengan menghadang paket data yang lewat di Internet dan menyusunnya menjadi suatu email utuh.
Dsniff dan mailsnift merupakan software bekerja atas dasar WinPcap (setara dengan libcap pada Linux) yaitu suatu library yang menangkap paket-paket data. Paket-paket yang ditangkap ini akan disimpan dalam bentuk file oleh Windump, sedangkan Dsniff dan MailSnarf bertindak lebih jauh lagi yaitu menganalisa paket-paket data ini dan menampilkan password (dsniff) atau isi email (mailsnarf).
[5]. Password Cracking
“Hacking while sleeping.” itulah ungkapan yang biasa dipakai oleh orang-orang yang melakukan password cracking. Mengapa? Karena pada umumnya dibuthkan waktu yang lama untuk melakukan pasword cracking. Bisa berjam-jam, bahkan berhari – hari! Semua itu tergantung dari target, apakah sang target menggunakan password yang umum, password memiliki panjang karakter yang tidak biasa, atau password memiliki kombinasi dengan karakter-karakter special.
Salah satu software yang biasa digunakan untuk melakukan hal ini ialah dengan mengunakan Brutus, salah satu jenis software remote password cracker yang cukup terkenal. Brutus bekerja dengan teknik dictionary attack atau bruce-force attack terhadap port-port http, POP3,ftp, telnet, dan NetBIOS.
Dictionary Attack bekerja dengan mencobakan kata-kata yang ada dalam kamus password. Sedangkan brute – force attack bekerja dengan mencobakan semua kombinasi huruf, angka, atau karakter.
Brute Force Atack bekerja sangat lambat dan membutuhkan waktu yang lama tergantung dari jenis spesifikasi komputernya dan panjang karakter passwordnya. Saat ini telah banyak situs yang menutup akses terhadap akses terhadap usaha login yang secara terus-menerus tidak berhasil.
[6]. Session Hjacking
Session hijacking dewasa ini semakin marak dikalangan para attacker. Session Hijacking biasa dilakukan dengan melakukan peniruan cookies. Jadi pada intinya, kita harus bisa meniru cookies sang korban untuk mendapatkan sesi loginnya.
Lalu bagaimana cara mendapatkan cookies sang korban?
Cara ini relatif sulit dilakukan.
2. Mencuri Cokies.
Misalnya Sang Attacker ingin mendapatkan account si A. Sang Attacker bisa dengan mudah membuat semacam script Java Script yang disisipkan dalam email untuk dikirim ke korban.Saat korban membuka email itu, tanpa sadar cookiesnya akan dicuri dan direkam ke suatu webserver dengan memanfaatkan suatu script PHP.
Belakangan ini yang paling sering menjadi incaran adalah account Friendster. Ada yang menyisipkan suatu scipt lewat testimonial, ada yang menyisipkannya di profilnya sendiri untuk mencuri cookies sang korban dan lain sebagainya. Saya memiliki tips untuk ini:
1. Jangan menggunakan browser Internet Explorer
Saat ingin membuka profil orang lain, jangan menggunakan Internet Explorer. Catat alamat profil yang ingi anda lihat,logout terlebih dahulu dari account anda dan bersihkan semua cookies, baru kemudian bukalah profil Friendster tujuan.
2. Periksa Source CODEnya
Ketika menerima testimonial, periksa terlebih dahulu source codenya. Apakah disana terdapat script asing atau kata-kata yang identik dengan pembajakan seperti :
“HACKED”, “DEFACED”, “OWNED”.. dll..
Jika ragu-ragu……. reject ajah..
3. LogOUT tiba-tiba.
Waspada ketika tanpa suatu alasan yang jelas tiba-tiba anda logout dengan sendirinya dari account anda. Saat anda diminta memasukkan username dan password, lihat dulu addressbar anda! apakan anda sedang berada di situs yang semestinya atau tidak. Periksa source code halaman tersebut.Lihat pada form action, kemana informasi anda nantinya akan dikirim.
Sebenarnya session hijacking bisa dicegah jika saja sang penyedia layanan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Menetapkan session identifier yang unik
2. Menetapkan sistem identifier berpola acak
3. Session identifier yang independen
4. Session identifier yang bisa dipetakan dengan koneksi
client side.
Fenomena lain adalah, hingga saat artikel ini diterbitkan, ternyata masih banyak dijumpai para user yang tidak melakukan sign out setelah membuka accountnya. Dengan demikian, orang lain yang mengunakan komputer itu dan membuka website yang sama dengan yang telah dibuka oleh orang pertama akan otomatis login ke account sang korban.
[7]. Menjadi Proxy Server
Kita bisa mengumpulkan informasi dengan menjadi proxy server bagi korban untuk dapat berselancar. Dengan menjadi proxy server, seluruh identitas sang peselancar bisa menjadi milik kita.
[8]. Memanfaatkan Kelalaian user dalam penggunaan fiturbrowser
Setiap browser tentunya memiliki fitur yang ditujukan untuk kemudahan dan kenyamanan penggunanya dalam berselancar. Diantaranya ialah dengan adanya cache dan Password Manager.
Di Internet tentunya banyak suatu website yang isinya tidak berubah dalam beberapa hari (Contohnya spyrozone.tk nich.. hehehe Nah, untuk situs yang seperti ini cache menjadi hal yang sangat berguna. Cache akan menyimpan file-file hasil browsing sehinga nantinya jika anda berkunjung lagi ke situs tersebut browser tidak perlu lagi melakukan download untuk kedua kalinya dari server sehingga setiap halaman situs yang telah anda buka sebelumnya akan terbuka dengan lebih cepat. Semua itu biasanya diatur oleh header time to live.
Lho, bagaimana dengan situs-situs penyedia berita yang selalu up to date? Untuk site yang seperti itu, time to live-nya akan di set=0 sehinga nantinya anda akan terus melakukan download setiap kali berkunjung.
Cukup nyaman bukan? Ya, tapi ancaman mulai timbul. Cobalah kini anda jelajahi opsi-opsi yang berkaitan dengan cache pada browser anda. Tentu anda bisa menemui bahwa ada fasilitas untuk menentukan berapa besarnya file temporary yang bisa disimpan di harddisk. Cari juga lokasi dimana file-file tersebut akan disimpan.
Coba anda buka folder tersebut, anda akan menemui file-file html & file-file gambar dari site-site yang sudah anda kunjungi. Pada Browser IE, anda bisa melihat lokasi file cache dengan menjelajahi menu Tools —> Internet options —> Settings
Lalu apa yang bisa didapatkan?? toh cuma file-file “sampah”?? Hmm… sekarang coba anda copy semua file yang ada di sana ke suatu folder. Lalu bukalah salah-satu file htmlnya. Jika itu komputer publik,anda bisa mengetahui situs apa saja yang telah diakses oleh oleh orang sebelum anda.
Hmm.. hanya dengan melihat file temporary anda bahkan bisa melihat password dan dll. Banyak saya temui situs yang menyimpan password dan menampilkannya pada url. Tentunya anda juga pasti sering membacanya di berbagai tutorial.
Kebanyakan browser pada saat ini memiliki fasilitas untuk menyimpan password. Misalnya saat meggunakan Mozilla Firefox, anda pasti sering menerima kotak dialog konfirmasi yang menanyakan apakah anda ingin password anda disimpan atau tidak oleh PasswordManager. Kebanyakan user cenderung untuk memilih opsi YES, entah itu dengan penuh kesadaran atau memang mereka tidak tau ( baca: tidak mau tau) apa maksud dari kotak dialog itu.
Orang lain yang kemudian mengunakan browser itu bisa dengan sangat mudah mendapatkan password korban dengan memasuki menu Tools —> Options —> Security –> Saved password.
Contoh lain adalah fasilitas wand password yang dimiliki oleh browser Opera. Saat anda memasukkan user name dan password pada suatu form dan menekan tombol submit, opera secara default akan meminta konfirmasi kepada anda apakah anda ingin browser menyimpan id dan password anda atau tidak. Lagi dan lagi… kebanyakan netter ceroboh, mereka cenderung untuk memilih opsi “YES”.
Lalu?? Orang lain yang kemudian menggunakan browser itu bisa melihat situs apa saja yang telah diakses oleh user, arahkan browser ke situs tersebut, letakkan cursor pada form isian user name, tekan [ALT]+[ENTER] dan BOOOMM!!!! Kenapa?? Jangan kaget dulu!! Hehehe.. form login akan otomatis terisi dengan user name korban lengkap dengan passwordnya ;D (It’s fun enough..
Ini hanya sebagian kecil contoh, jelajahi fitur-firtur browser lain!
[9]. Googling
Google.com. Banyak sudah situs yang runtuh, password dan nomor – nomor kartu kredit yang dicuri akibat dari ulah orang yang menyalahgunaan kesaktiannya Dahulu, hal ini mudah dilakukan.Hanya dengan mengetikkan kata kunci tertentu yang berkaitan dengan user name dan password, anda bisa memanen ratusan password user melalui google. Tapi sekarang tampaknya anda harus gigit jari jika menggunakan cara diatas ;D
Jangan sedih dulu karena Google baru saja menelurkan produk barunya, yaitu Google Code Search. Ancaman baru mulai timbul, “si pintar” ini kini dapat meng-crawl hingga kepada archive file yang berada di public directory web server. Hati-hati yang punya kebiasaan untuk menyimpan informasi penting di dalamnya (password, dan info berharga lainnya) Sebaiknya mulai sekarang kebiasaan itu dihilangkan. Selalu proteksi folder-folder yang sensitif agar situs anda bisa hidup lebih lama. Kalo nggak… yach.. tunggu ajah ada orang yang memanfaatkan produk baru google ini untuk mengeruk informasi sensitif dari web server anda. dan jika itu sudah terjadi… maka bersiaplah.. “taman bermain” anda akan diambil alih olehnya..
Read more: http://nikmatnyaberbagiilmu.blogspot.com/2013/03/cara-mudah-hack-akun-facebook-orang.html#ixzz2dB56Hxqi
0
Fungsi Icon Dan Fungsinya Pada Microsift Office
Unknown
- Menu control window : untuk menutup, mengembalikan, memindahkan, mengukur, membesarkan dan mengecilkan jendela
- Menu bar : baris yang berisi menu-menu perintah
- Toolbar : baris yang berisi kumpulan gambar/simbol yang mewakili suatu perintah dalam menu
- Statusbar : untuk menampilkan formasi tentang nomor halaman dokumen,posisi kursor,modus pengetikan dan keterangan singkat mengenai fungsi waktu
- Titlebar : berisikan nama program aplikasi dan nama file yang sedang aktif. Baris judul ini digunakan untuk memindahkan jendela ke posisi lain yang dinginkan(digeser dengan mouse)
- Icon maximize : untuk memperbesar jendela hingga satu layar penuh/mengembalikan jendela ke ukuran sebelumnya.
- Icon minimize : untuk memperkecil jendela hingga membentuk icon aktif pada taskbar
- Scroll bar : untuk menggulung jendela dokumen pada lembar kerja kekanan/kekiri dan keatas/ke bawah
- Workspace area : daerah yang digunakan untuk melakukan pengetikan dokumen.
Di pojok kanan sebelahnya window terdapat button untuk melakukan minimize, maximize dan menutup aplikasi word.
Perbedaan Tab, Ribbon, dan Group:
Tab adalah sederetan menu yang ditandai dengan teks. terdiri dari tab Home, Insert, Page Layout,References, Mailings, Review, dan View.
Ribbon adalah area yang digunakan untuk menampilkan tab dan menu dari tab yang aktif.
Group adalah kelompok menu dalam tiap Ribbon yang memiliki kesamaan fungsi. Jadi, Ribbon menyediakan tab yang terdiri dari menu, dan menu sendiri terdiri dari beberapa Group, dan Group terdiri dari sekumpulan menu yang memiliki kesamaan fungsi.
Office Button
Office Button terdiri dari dua area, yaitu area kiri dan area kanan. Area kiri berisi perintah seperti New, Open, Save, Save As, Print, Prepare, Send, Publish, dan Close. Sedangkan di area kanan berisi pintasan file dokumen yang baru-baru ini dibuka.
Pada bagian bawah flyout ini terdapat dua tombol perintah, yaitu Word Option (digunakan untuk melakukan properti terhadap MS Word 2007) dan Exit Word (digunakan untuk menutup jendela MS Word).
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| New | untuk membuat file dokumen kosong baru |
2
| Open | untuk membuka file dokumen yang tersimpan |
3
| Save | untuk menyimpan file dokumen aktif |
4
| Save As | untuk menyimpan file dokumen ke dalam format tertentu |
5
| untuk mencetak file dokumen yang sedang aktif | |
6
| Prepare | untuk melakukan properti khusus terhadap file dokumen aktif |
7
| Send | untuk mengirimkan file dokumen aktif sebagai email / faksimile |
8
| Publish | untuk menerbitkan dokumen aktif ke website / blog / dll |
9
| Close | untuk menutup file dokumen aktif |
TAB HOME
Group Clipboard
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Paste | untuk menempelkan hasil copy atau cut |
2
| Cut | untuk memotong teks/objek terpilih |
3
| Copy | untuk menggandakan teks/objek terpilih |
4
| Format Painter | untuk meniru format halaman dokumen ke dalam dokumen lainnya |
* Tombol panah kecil di sudut kanan-bawah setiap Group digunakan untuk mengakses pengaturan lanjutan mengenai fungsi suatu Group.
Group Font
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Font | untuk memilih jenis huruf |
2
| Font Size | untuk mengatur ukuran huruf |
3
| Grow Font | untuk memperbesar ukuran huruf secara instan |
4
| Shrink Font | untuk memperkecil ukuran huruf secara instan |
5
| Change Case | untuk mengubah status huruf kapital/huruf kecil |
6
| Clear Formatting | untuk menghapus pemformatan teks terpilih |
7
| Bold | untuk menebalkan teks terpilih |
8
| Italic | untuk memiringkan Teks terpilih |
9
| Underline | untuk memberikan garis bawah pada teks terpilih |
10
| Strikethrough | memberikan tanda coret padateks terpilih |
11
| Subscript | untuk mengetik karakter pemangkatan |
12
| Superscript | untuk mengetik karakter pemangkatan |
13
| Text Effect | untuk memberikan efek artistik pada teks terpilih |
14
| Text Highlight Color | untuk memberikan warna stabilo di belakang teks terpilih |
15
| Font Color | untuk mengatur warna teks terpilih |
Group Paragraph
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Bullets | untuk memberikan tanda bullet di tiap paragraf terpilih |
2
| Numbering | untuk memberikan format penomoran di tiap paragraf terpilih |
3
| Decrease Indent | untuk menggeser baris kedua paragraf ke kiri |
4
| Increase Indent | untuk menggeser baris kedua paragraf ke kanan |
5
| Left-to-Right | untuk menjadikan arah teks berjalan dari kiri ke kanan (format Latin) |
6
| Right-to-Left | untuk menjadikan arah teks berjalan dari kanan ke kiri (format Arab) |
7
| Sort | untuk menyortir data |
8
| Show Paragraph Marks | untuk menampilkan / menyembunyikan tanda koreksi paragraph |
9
| Align Text Left | untuk mengatur teks rata kiri |
10
| Center | untuk mengatur teks rata tengah |
11
| Align Text Right | untuk mengatur teks rata kanan |
12
| Justify | untuk mengatur teks rata kanan-kiri |
13
| Line Spacing | untuk mengatur jarak antar baris teks |
14
| Shading | untuk mengatur warna latar teks terpilih |
15
| Border | untuk memberikan garis tepi pada teks terpilih |
Group Styles
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Heading Styles | berisi pilihan format judul/subjudul dari paragraf terpilih |
2
| Change Styles | berisi pilihan pengaturan tema paragraph |
Group Editing
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Find | untuk mencari kata tertentu berdasarkan keyword tertentu dalam suatu file |
2
| Replace | untuk mencari dan mengganti kata yang ditemukan untuk diganti dengan kata tertentu dalam suatu file |
3
| Select | untuk memilih objek atau teks tertentu di dalam suatu file |
TAB INSERT
Group Pages
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Cover Page | Untuk membuat cover/ sampul depan |
2
| Blank Page | untuk menyisipkan sebuah halaman baru |
3
| Page Break | Untuk memulai halaman selanjutnya pada posisi saat ini |
Group Table
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Table | untuk membuat table |
Group Illustrations
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Picture | untuk menyisipkan gambar ke dalam dokumen |
2
| Clip Art | Untuk menyisipkan kreasi seni, film, suara atau photo yang telah terformat |
3
| Shapes | untuk membuat bentuk-bentuk tertentu tanpa harus memakai aplikasi tambahan |
4
| SmartArt | untuk menampilkan sebuah visualisasi informasi yang akan ditampilkan dalam bentuk gambar, sehingga mudah dan cepat dalam pembuatannya |
5
| Chart | untuk membuat diagram |
Group Links
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Hyperlink | Untuk menambahkan sebuah link untuk sebuah halaman web |
2
| Bookmark | untuk menyisipkan tanda yang dapat dipakai untuk di tuju pada dokumen |
3
| Cross-reference | Digunakan untuk menyisipkanfootnote,caption, cross reference, dan indeks |
Group Header & Footer
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Header | untuk membuat teks yang selalu muncul pada bagian atas dari dokumen |
2
| Footer | untuk membuat teks yang selalu muncul pada bagian bawah dari dokumen |
3
| Page Number | untuk menyisipkan nomor halaman ke dokumen |
Group Text
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Text Box | untuk menyisipkan kotak teks pada dokumen |
2
| Quick Parts | untuk menyisipkan objek-objek yang sering digunakan dengan cepat dan efisien |
3
| WordArt | untuk menyisipkan dekorasi tulisan ke dalam dokumen |
4
| Drop Cap | Untuk menambahkan huruf kapital dalam ukuran besar di awal paragraph |
5
| Signature Line | Untuk menyisipkan garis tanda tangan pemilik dokumen |
6
| Date & Time | untuk menyisipkan tanggal dan waktu yang aktif pada dokumen yang sedang aktif |
7
| Object | untuk menyisipkan objek ke dalam dokumen |
Group Symbols
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Equation | untuk membuat format matematika |
2
| Symbol | untuk penyisipan simbol-simbol khusus |
Tab Page Layout
Tab ini terdiri dari 5 Group perintah, yaitu : (1) Themes, (2) Page Setup, (3) Page Background, (4) paragraph, dan (5) Arrange.
Group Themes
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Themes | untuk memilih tema halaman yang meliputi warna halaman berikut warna hurufnya |
2
| Color | untuk mengatur warna tema halaman |
3
| Fonts | untuk mengatur tema huruf yang akan diterapkan ke halaman dokumen aktif |
4
| Effect | untuk mengatur tema efek terhadap objek Shape yang terdapat di halaman dokumen |
Group Page Setup
group Page Setup yaitu : (1) Margins, (2) Orientations, (3) Size, (4) Columns, (5) Breaks, (6 ) Line Numbers, dan (7) Hypenation.
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Margins | untuk mengatur batas teks di halaman dokumen |
2
| Orientation | untuk mengatur posisi kertas |
3
| Size | untuk mengatur ukuran halaman |
4
| Columns | untuk mengatur jumlah kolom teks |
5
| Breaks | untuk mengatur kontinuitas halaman maupun kolom teks |
6
| Line Numbers | untuk mengatur kontinuitas nomor baris teks |
7
| Hypenation | untuk memisahkan suku kata dengan tanda hubung secara otomatis |
Group Page Background
Ada tiga menu perintah: (1) Watemark (2) Page Color, dan (3) Page Borders.
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Watermark | untuk memberikan efek tanda air di belakang teks |
2
| Page Color | untuk mengatur warna latar halaman |
3
| Page Borders digunakan | untuk mengatur garis tepi halaman |
Group Paragraph
perintah-perintah yang terdapat group ini: (1) Indent, dan (2) Spacing.
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Indent | untuk mengatur batas teks |
2
| Spacing | untuk mengatur jarak antar paragraf |
Group Arrange
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Position | untuk mengatur posisi objek di dalam suatu halaman |
2
| Wrap text | untuk mengatur posisi objek dalam kaitannya dengan paragraf teks |
3
| Bring Forward digunakan | untuk untuk memposisikan suatu objek dengan objek lainnya |
4
| Send Backward digunakan | untuk mengirim objek terpilih ke belakang objek lainnya |
5
| Selection Pane | untuk menampilkan panel navigasi objek |
6
| Align digunakan | untuk mengatur posisi objek lepas |
7
| Group digunakan | untuk mengelompokkan beberapa objek menjadi satu grup |
8
| Rotate digunakan | untuk memutar, dan membalik suatu objek terpilih |
TAB REFERENCES
Tab References terdiri dari 6 group: (1) Table of Contens, (2) Footnotes, (3) Citation & Bibliography, (4) Captions, (5) Index, dan (6) Table of Authorities.
Group Table of Contens
Icon perintah yang terdapat pada group Table of Contens terdiri dari 3 icon: Table of Contens, Add Text,dan Update Table.
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Table of Contens | untuk pengelolaan daftar isi |
2
| Add Text | untuk mengelola paragraf terpilih dalam kaitannya sebagai entri dalam daftar isi yang sudah dibuat |
3
| Update Table | untuk memperbarui daftar isi |
Group Footnotes
Group ini terdiri dari 4 icon perintah: (1) Insert Footnote, (2) Insert Endnote, (3) Next Footnote, dan (4) Show Notes.
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Insert Footnote | untuk menyisipkan catatan kaki (rujukan yang berada di bagian bawah halaman atau footer) |
2
| InsertEndnote | untuk menyisipkan catatan di akhir bab |
3
| Next Footnote. | untuk memantau footnote dan endnote |
4
| Show Notes | untuk memperlihatkan lokasi catatan, baik footnote maupun endnote |
Group Citation & Bibliography
Group ini terdiri dari 4 icon perintah: (1) Insert Citation, (2) Manage Source (3) Style, dan (4) Bibliography.
| No | Nama Icon | Fungsi |
| 1 | Insert Citation | untuk menyisipkan kutipan langsung pada daerah kursor aktif |
| 2 | Manage Sources | untuk mengelola seluruh sumber kutipan yang mungkin sudah disisipkan di semua segmen file dokumen |
| 3 | Style | untuk memilih bentuk bibliography yang diinginkan |
| 4 | Bibliography | untuk menyisipkan daftar pustaka ke dalam file dokumen aktif |
Group Captions
Group ini terdiri dari 4 icon perintah: (1) Insert Caption, (2) Inrert Table of Figures, (3) Update Table, dan(4) Cross-reference.
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Insert Caption | untuk membubuhkan keterangan seputar ilustrasi atau gambar yang sudah disisipkan |
2
| Insert Table of Figures | untuk menyisipkan daftar isi gambar yang disisipkan ke dalam dokumen |
3
| Update Table | untuk melakukan pembaruan terhadap daftar katalog gambar |
4
| Cross-reference | untuk menyisipkan referensi silang |
Group Index
Group ini terdiri dari 3 icon perintah: (1) Mark Entry, (2) Insert Index, dan (3) Update Index.
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Mark Entry | untuk menandai masukan baru dalam dokumen |
2
| Insert index | untuk menyisipkan daftar kata (indeks) ke dalam dokumen |
3
| Update Index | untuk memperbarui daftar indeks terkini |
Group Table Ofauthorities
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Mark Citation | Menambahkan text yang telah dipilih untuk dimasukkan kedalam table of authorities |
2
| Insert Table Of Authorities | Menyisipkan table of authorities pada document |
TAB MAILINGS
Group Create
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Envelopes | untuk membuat dan mencetak amplop |
2
| Labels | untuk membuat dan mencetak label |
Group Start Mail Merge
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Start Mail Merge | untuk membuat surat yang biasa atau berupa email untuk banyak orang |
2
| Select Recipients | untuk membuat daftar penerima surat |
3
| Edit Recepient List | untuk mengubah daftar penerima surat |
Group Write & Insert Fields
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Highlight Merge Fields | untuk mempermudah mengubah informasi yang salah |
2
| Address Block | untuk memasukan alamat pada surat yang akan dituju |
3
| Greeting Line | untuk menambah nama sapaan |
4
| Insert Merge Field | untuk menambah informasi mengenai penerima suraT |
Group Preview Result
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Preview Results | untuk melihat hasil surat yang dibuat dan daftar penerima surat. |
2
| Find Recipient | untuk mencari daftar penerima surat |
GROUP FINISH
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Finish & Merge | untuk mengetahui bahwa surat yang ibuat sudah lengkap |
TAB REVIEW
Halaman pada ribbon ini berisi tombol-tombol untuk review (kaji ulang) naskah. Seperti mengecek ejaan, mengubah bahasa, translasi bahasa, menyematkan komentar, dan sebagainya.
Group Proofing
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Spelling & Grammar | Memeriksa ejaan teks |
2
| Research | Membuka panel penelitian referensi |
3
| Thesaurus | Saran kata yang sepadan |
4
| Translate | Menerjemahkan kata ke bahasa lain |
5
| Translation Screen Tip | Memungkinkan suatuscreen tip menerjemahkan ke dalam bahasa lain pada kata di kursor yang berhenti |
6
| Set Language | Mengatur bahasa dengan mengecek dulu ejaan dan tata bahasa yang terpilih |
7
| Word Count | Menemukan banyak kata, paragra, dan kalimat di dalam documen |
Group Comments
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| New Comment | Memasukkan komentar baru |
2
| Delete | Menghapus komentar |
3
| Previous | Memperlihatkan komentar sebelumnya |
4
| Next | Memperlihatkan komentar selanjutnya |
Group Tracking
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Track Changes | Menelusuri perubahan yang terjadi pada dokumen |
2
| Balloons | untuk memilih atau melihat hasil kerja yang telah direvisi |
3
| Display For Review | Memilih bagaimana memandang perubahan yang di usulkan pada dokumen |
4
| Show Markup | Memilih markup seperti apa untuk menunjukkan dokumen |
5
| Reviewing Pane | Menunjukkan suatu revisi pada jendela yang terpisah |
Group Changes
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Acceptp And Move To Next | menerima perubahan baru dan mengusulkan perubahan selanjutnya |
2
| Reject And Move To Next | menolak perubahan baru dan mengusulkan perubahan selanjutnya |
3
| Previous Change | MENAMPILKAN REVISI SEBELUMNYA DI DALAM DOKUMEN SEHINGGA DAPAT MENERIMA/MENOLAK |
4
| Next Change | MENAMPILKAN DOKUMEN YANG DAPAT DITERIMA/DITOLAK |
Group Compare
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Compare | mengkombinasikan berbagai versi dari document |
2
| Show Source Documents | MENUNJUKKAN SUMBER DOKUMEN YANG TERPILIH |
Group Protect
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Protect Document | untuk melindungi hasil kerja karena merupakan sebuah privasi |
TAB VIEW
Halaman pada ribbon ini berisi tombol-tombol untuk mengatur tampilan dari aplikasi, seperti menentukan bentuk tampilan halaman, pengaturan perbesaran (zoom) tampilan, membuat macro, mengatur jendela-jendela yang ditampilkan, dan sebagainya.
Group Document Views
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Print layout | untuk melihat hasil kerja yang akan di cetak |
2
| Full screen reading | untuk melihat dan membaca hasil kerja dengan ukuran maksimal |
3
| Web layout | untuk melihat hasil kerja di web |
4
| Outline view | untuk melihat hasil kerja sesuai dengan urutan atau bagan |
5
| Draft view | untuk melihat hasil kerja sesui dengan konsep, sehingga jika salah cepat dibenarkannya |
Group Show/Hide
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Ruler, Gridlines, Message Bar, Formula Bar, Heading | Memperlihatkan penggaris, garis kisi, batang pesan,batang formula, dan heading |
Group Zoom
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| Zoom | untuk Memperbesar tampilan |
2
| 100% | untuk memperbesar hasil lembar kerja ke ukuran normal |
3
| One Page | untuk melihat hasil lembar kerja ke dalam satu halaman penuh |
4
| Two Page | untuk melihat hasil lembar kerja ke dalam dua halaman penuh |
5
| Page Width | untuk melihat hasil lembar kerja sesuai dengan lebar halaman |
Group Window
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| New Window | Membuka jendela baru yang memperlihatkan dokumenTersebut |
2
| Arrange All | Mengatur semua jendela program sejajar berdampingan |
3
| Split Window | Membagi jendela menjadi beberapa penel yang memperlihatkanlembar kerja Anda |
4
| View Side By Side | Memperlihatkan jendela berdampingan |
5
| Synchronous Scrolling | Membuat dua jendela menggulung bersamaan |
6
| Reset Window Position | Menset ulang posisi jendela berdampingan |
Group Macros
No
|
Nama Icon
|
Fungsi
|
1
| View Macros | Memperlihatkan macro dokumen |
Langganan:
Postingan (Atom)
Script Deface
Hacked By Pian1053 Team And Albert_1053
................ Oktri Darmadi Team Indonesia ................
{+} Website Has Been Hacked By ==> ./Albert_1053 {+}
===========================================
Hello Sir....
Attacking INDONESIA is the biggest mistakes you've ever done in your life
You guys must pay back for that (we will ROCK you) ^_^
Don't Touch Indonesia Website Again !!
Special Thanks To :
